• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer

jalanmelali

Sharing Local Experience

  • Home
  • NEWS
  • PLACE TO GO
  • TREND-CULTURE
  • COMMUNITY
  • CULINARY
  • SHOWBIZZ
  • ABOUT
    • SITEMAP
    • CONTACT
    • PRIVACY POLICY

Painful by Kisses: Raja Pensi Bali yang Tetap Perkasa di Usia 20 Tahun

January 1, 2026 by jalanmelali Leave a Comment

Di skena musik indie & underground Bali, ada satu nama yang rasanya sulit dilewatkan ketika ngomongin band pensi legenda Painful by Kisses (PBK). Band rock / heavy metal asal Denpasar yang berdiri sejak 2005 ini telah merayakan usia 20 tahun pada Desember 2025, dan konsistensi mereka di panggung sampai hari ini patut kita acungi horns up tinggi-tinggi.

Menariknya, menjelang perayaan dua dekade, Painful by Kisses lebih dulu merilis video klip “Wish of a Lonelyman”sebagai sesuatu yang spesial. Video ini diluncurkan di PICA Fest 2025, sebuah momen yang makin menguatkan posisi mereka sebagai salah satu band kebanggaan skena musik Bali. Klip video tersebut diisi oleh sebagain besar musisi-musisi skena indie di Pulau Dewata. 

painful by kisses
Instagram/ painfulbykisses

Dari Tongkrongan ke Panggung Besar, Sejarah Dibentuknya Painful by Kisses

Perjalanan Painful by Kisses dimulai pada 2005. Saat itu Febri Iswara  diajak ngeband bareng oleh teman kampusnya Doni Hendrawan, sang gitaris. Dari sebuah obrolan sederhana, lahirlah band ini dengan formasi awal bersama Dharma, Angga Triastama, dan Coplets (Tribayu Usaha).

Perjalanan tentu nggak selalu mulus. Dalam prosesnya:

  • Angga (bass 2005–2012) digantikan oleh Reza Sebastian
  • Reza (2012–2019) kemudian digantikan oleh Wilson Manurung
  • Formasi sekarang semakin matang dan solid

Terkini line-up Painful by Kisses adalah:

  • Febri Iswara : lead vocals
  • Doni Hendrawan : guitars, backing vocals
  • Agung Dharmayasa : lead guitars
  • Tribayu Usadha : drums, vocals, scream
  • Wilson Manurung : bass, backing vocals

Perubahan formasi tidak membuat karakter band ini hilang. Justru, tiap fase memberi warna baru yang bikin musik mereka terasa semakin matang.

Raja Pensi Bali yang Ikonik

Buat semeton yang pernah hidup di masa keemasan pensi sekolah di Bali, nama Painful by Kisses pasti sudah sangat familiar. Mereka sering disebut sebagai salah satu raja pensi Bali, berdiri sejajar dengan band-band indie ternama lainnya seperti:

  • Scared of Bumbs
  • King of Panda
  • dan masih banyak musisi indie Bali lainnya

Setiap tampil di panggung, energi mereka selalu meledak keras, padat, tapi tetap rapi. Penonton pun nggak cuma moshing dan headbang, tapi ikut menyanyikan lagu-lagu mereka yang memorable.

Mereka adalah salah satu bukti bahwa skena musik Bali itu hidup, kreatif, dan solid sejak lama.

Diskografi: Empat Album yang Menandai Perjalanan Panjang

Selama dua dekade berkarya, Painful by Kisses telah merilis empat album penuh, yaitu:

  1. The Curse Of
  2. Better Brighter
  3. Vice Versa
  4. The Revival

Setiap album membawa karakter sound yang berbeda, namun tetap mempertahankan identitas mereka, keras, emosional, dan penuh semangat perlawanan.

Album-album tersebut juga menjadi saksi perkembangan musikalitas mereka, dari band pensi yang ambisius menjadi band matang dengan rekam jejak panjang di industri musik independen.

Gaya Musik: Perpaduan Metal, Punk, Hardcore, hingga Alternative

Kalau bicara soal style musik, Painful by Kisses bukan band yang mudah dikotakkan. Mereka memadukan berbagai elemen, mulai dari:

  • heavy metal
  • punk
  • hardcore
  • speed metal
  • ballads
  • alternative
  • hard rock

Campuran gaya tersebut membuat lagu-lagu mereka terasa kaya, dinamis, dan tidak monoton. Kadang cepat dan agresif, kadang melodius dan emosional.

Beberapa band besar yang memengaruhi gaya bermusik mereka antara lain:

Pantera, Iron Maiden, Metallica, Black Sabbath, Van Halen, Helloween, Slayer, Dream Theater, Deftones, Killswitch Engage, Parkway Drive, Pearl Jam, Alice in Chains, Guns N’ Roses, hingga band-band alternative dan punk seperti NOFX, The Smashing Pumpkins, Red Hot Chili Peppers, dan Pure Saturday.

Dengan inspirasi seluas itu, wajar kalau sound Painful by Kisses terasa unik namun tetap familiar di telinga penikmat musik rock & metal.

Menuju Usia 20 Tahun: Lebih Dewasa, Lebih Berarti

Perayaan 20 tahun Painful by Kisses di Desember 2025 bukan sekadar ulang tahun band. Ini adalah simbol:

  • konsistensi di skena musik indie Bali
  • keteguhan berkarya meski zaman berubah
  • dedikasi terhadap komunitas dan para pendengar

Rilisnya video klip Wish of a Lonelyman di PICA Fest 2025 terasa seperti hadiah manis bagi para penggemar yang sudah mengikuti perjalanan mereka sejak lama.

Bagi banyak semeton, Painful by Kisses bukan cuma band, tapi bagian dari kenangan masa sekolah, panggung pensi, hingga tongkrongan bersama sahabat.

Di tengah industri musik yang terus berubah, keberadaan band seperti Painful by Kisses menunjukkan bahwa:

  • musik independen tetap punya ruang
  • komunitas masih punya peran besar
  • energi panggung akan selalu jadi identitas mereka

Dua dekade bukan waktu yang singkat dan melihat konsistensi mereka sampai sekarang, rasanya Painful by Kisses masih punya banyak hal untuk diceritakan ke depannya.

Semoga karya-karya berikutnya tetap menggelegar dan selalu memberi ruang bagi generasi baru untuk ikut tumbuh di skena musik lokal.

Selengkapnya tentang PBK bisa kalian cek di Instagram mereka @painfulbykisses dan cek lagu-lagu mereka di Spotify.

Jangan lewatkan artikel ulasan lainnya tentang hiburan dan liburan di Bali hanya di www.jalanmelali.com

Filed Under: Showbizz Tagged With: painful by kisses, pbk

Primary Sidebar

Where to Eat!

terra verte Ubud

Terra Verte: Pengalaman Bersantap Mediterania yang Tenang dan Berkelas di Ubud

kuliner malam Bali

Kuliner Malam Bali: Nasi Men Lotri hingga Warung Laota Tuban

6 Makanan Khas Bali yang Halal dan Wajib Kamu Coba

babi guling di denpasar

8 Tempat Makan Babi Guling di Denpasar yang Wajib Kamu Coba!

A Day in Uluwatu: Berjemur di Pantai Padang-Padang & Brunch di Banyoo, Pecatu

coffee shop di Kintamani

Montana Del Cafe: Pioneer Coffee Shop Estetik di Kawasan Gunung Batur Kintamani Bangli

Footer

Seedbacklink

jalanmelali.com

East or West, Bali is the Best!

  • Facebook
  • Instagram

Copyright © 2025 Jalan Melali - All Rights Reserved

Share

Blogger
Bluesky
Delicious
Digg
Email
Facebook
Facebook messenger
Flipboard
Google
Hacker News
Line
LinkedIn
Mastodon
Mix
Odnoklassniki
PDF
Pinterest
Pocket
Print
Reddit
Renren
Short link
SMS
Skype
Telegram
Tumblr
Twitter
VKontakte
wechat
Weibo
WhatsApp
X
Xing
Yahoo! Mail

Copy short link

Copy link