Air terjun di Bali yang masih sepi ada cukup banyak jumlahnya. Bagi kalian yang tidak suka datang ke tempat wisata yang terlalu ramai. Ini dia beberapa rekomendasi wisata air terjun di Bali yang wajib kalian coba saat liburan di Bali. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

Bali memang identik dengan pantai, beach club, dan sunset romantis. Tapi buat semeton yang suka petualangan dan suasana alam yang masih alami, air terjun di Bali yang masih sepi justru menawarkan pengalaman yang jauh lebih berkesan. Di balik ramainya destinasi populer seperti Tegenungan atau Gitgit, Bali masih menyimpan banyak air terjun tersembunyi yang jarang dikunjungi wisatawan.
Nah kali ini kita bakal spill beberapa air terjun di Bali yang masih sepi dan mungkin menjadi bagian dari penjelajahan sisi lain Pulau Dewata. Berikut rekomendasi air terjun di Bali yang masih sepi dan jarang dikunjungi, lengkap dengan tips berkunjung agar perjalananmu tetap aman dan nyaman.
1. Air Terjun Tukad Cepung Kecil – Bangli
Berbeda dengan Tukad Cepung yang sudah viral, versi “kecil”-nya justru masih relatif sepi. Lokasinya berada di area perbukitan Bangli dan tersembunyi di balik tebing batu. Air terjun ini memiliki aliran yang tidak terlalu deras, cocok untuk sekadar bermain air atau menikmati suasana tenang.
Akses menuju lokasi memang membutuhkan usaha ekstra, termasuk menuruni anak tangga dan berjalan menyusuri sungai kecil. Tapi justru di situlah letak pesonanya. Semakin sedikit yang datang, semakin terasa magis suasananya.
Lokasi : Jl. Tembuku, Tembuku, Kec. Tembuku, Kabupaten Bangli
Tips: Datang pagi hari agar cahaya matahari masuk dengan cantik ke sela tebing.
2. Air Terjun Yeh Mampeh – Buleleng
Kalau kamu mencari air terjun tinggi di Bali yang masih sepi, Yeh Mampeh jawabannya. Air terjun ini disebut-sebut sebagai salah satu yang tertinggi di Bali, dengan ketinggian mencapai puluhan meter.
Letaknya cukup tersembunyi di wilayah Buleleng, Bali Utara. Trek menuju lokasi lumayan menantang, melewati jalan setapak dan area hutan. Namun semua rasa lelah akan terbayar saat kamu melihat air terjun megah yang masih sangat alami.
Lokasi : Buleleng, Les, Kec. Tejakula, Kabupaten Buleleng
Tips: Gunakan alas kaki yang nyaman dan anti licin.
3. Air Terjun Tibu Sampi – Tabanan
Karangasem memang dikenal sebagai surganya wisata alam di Bali Barat. Salah satu yang masih jarang dikunjungi adalah Air Terjun Tibu Sampi. Lokasinya berada tidak jauh dari permukiman warga, namun belum banyak diketahui wisatawan.
Air terjun ini memiliki kolam alami dengan air yang jernih. Suasananya sunyi, hanya terdengar suara air dan alam sekitar. Cocok untuk kamu yang ingin “healing” tanpa gangguan keramaian.
Lokasi : Jalan Gunung Salak, Gn. Salak, Kec. Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan
Tips: Hormati area sekitar karena dekat dengan desa adat.
4. Air Terjun Tibumana Kecil – Bangli
Tibumana memang sudah cukup populer, tapi tidak banyak yang tahu bahwa di area sekitarnya terdapat aliran air terjun kecil yang masih sepi. Jalurnya sedikit berbeda dari jalur utama dan sering terlewatkan oleh wisatawan.
Di sini kamu bisa menikmati suasana alam yang lebih privat, cocok untuk foto-foto atau sekadar duduk menikmati udara segar.
Lokasi : Jl. Setra Agung, Apuan, Kec. Susut, Kabupaten Bangli
Tips: Tanya warga lokal untuk akses jalur alternatif.
BACA JUGA: Air Terjun di Bali: Surga Tersembunyi Dibalik Pegunungan di Pulau Dewata
5. Air Terjun Puncak Manik – Buleleng
Air Terjun Puncak Manik terletak di Desa Wanagiri, kawasan Bali Utara. Dibandingkan spot terkenal di sekitarnya, air terjun ini masih tergolong sepi. Trekking menuju lokasi cukup panjang dan menantang, namun pemandangan hutan tropis sepanjang jalan sangat memanjakan mata.
Air terjun ini memiliki karakter unik dengan aliran yang menyebar di bebatuan besar.
Lokasi : Jl. Pucak Manik, Wanagiri, Kec. Sukasada, Kabupaten Buleleng
Tips: Datang bersama teman dan siapkan air minum yang cukup.
Kenapa Memilih Air Terjun di Bali yang Masih Sepi?
Mengunjungi air terjun di Bali yang masih sepi memberikan pengalaman yang lebih autentik. Kamu bisa lebih dekat dengan alam, berinteraksi dengan warga lokal, dan tentunya mendapatkan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk wisata massal.
Selain itu, destinasi yang belum ramai biasanya masih terjaga kebersihannya. Dengan catatan, kita sebagai pengunjung juga wajib menjaga etika dan tidak merusak alam.
Tips Berkunjung ke Air Terjun di Bali yang Masih Sepi
- Datang pagi hari untuk menghindari cuaca panas dan hujan
- Gunakan alas kaki yang aman untuk trekking
- Jangan meninggalkan sampah
- Hormati adat dan budaya setempat
- Selalu cek kondisi cuaca sebelum berangkat
Bali tidak pernah kehabisan pesona, apalagi jika kamu mau sedikit menjauh dari jalur wisata mainstream. Deretan air terjun di Bali yang masih sepi dan jarang dikunjungi di atas bisa jadi pilihan menarik untuk liburan yang lebih tenang dan berkesan.
Nah gimana ton, kalian mau coba berkunjung ke air terjun yang mana? Kawasan Bali Barat? Bali Utara? Atau Kawasan Bangli yang ada di tengah-tengah pulau Dewata.
Jangan lewatkan artikel menarik lainnya seputar hiburan dan liburan di Bali lainnya hanya di www.jalanmelali.com
