• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer

jalanmelali

Sharing Local Experience

  • Home
  • NEWS
  • PLACE TO GO
  • TREND-CULTURE
  • COMMUNITY
  • CULINARY
  • SHOWBIZZ
  • ABOUT
    • SITEMAP
    • CONTACT
    • PRIVACY POLICY

Sembahyang di Pulau Menjangan: Wisata Spiritual di Pulau Tanpa Penghuni di Bali Utara

July 5, 2025 by jalanmelali Leave a Comment

Sembahyang di Pulau Menjangan menjadi salah satu wisata spiritual yang banyak dilakukan umat Hindu di Bali. Tak hanya dari Bali saja, ada banyak umat Hindu dari luar Bali yang juga melangsungkan wisata spiritual ke Pulau Menjangan, hampir setiap hari. 

Kalau semeton denger Bali Barat, apa sih yang ada di dalam pikiran kalian? Pelabuhan Gilimanuk, Pantai Medewi, atau Jalak Bali? Masing-masing orang mungkin punya bayangan yang berbeda ya. Namun rasanya bakal ada sih yang membayangkan Menjangan atau Pulau Menjangan. Salah satu pulau tak berpenghuni di Bali Barat yang memiliki pesona alam yang luar biasa serta wisata spiritual yang wajib semeton coba. 

sembahyang di pulau menjangan

Pesona Kawasan Tak Berpenghuni, Pulau Menjangan, Buleleng Bali Utara

Pesona alam Pulau Menjangan memang luar biasa. Meski memiliki lapisan tanah kering seperti kebanyakan daerah di kawasan Bali Barat, Pulau Menjangan menyimpan berbagai keindahan. Seperti Namanya Menjangan, kalian akan menemukan ada banyak sekali rusa liar atau disebut menjangan yang berkeliaran di pulau ini. Mulai dari yang kecil hingga yang sudah sangat tua. Selain itu kawasan pulau ini juga memiliki spot snorkeling dan diving yang digemari para wisatawan. Setiap harinya, ada begitu banyak boat-boat nelayan lokal yang membawa para wisatawan dan pemandu untuk menikmati pesona bawah laut Pulau Menjangan. 

For your information, pulau ini tidak berpenghuni sama sekali. Bisa dibilang bener-bener zero emisi dan bisa dibayangkan betapa segar dan sehatnya udara di pulau ini. Tak ada polusi sama sekali, tenang, damai, cocok banget buat kalian berkontemplasi. Apalagi dengan keberadaan beberapa pura yang sering dikunjungi umat Hindu untuk melangsungkan persembahyangan disini. Gimana, semeton udah pernah sembahyang ke Pulau Menjangan? 

Rute Sembahyang di Pulau Menjangan

Nah di Pulau Menjangan sendiri ada berbagai pelinggih atau pura yang menjadi tempat persembahyangan umat hindu. Meski tak berpenghuni, ada pemangku atau orang suci yang setiap hari pulang dan pergi dari Pulau Menjangan saat pagi dan sore hari untuk memandu persembahyangan di Pulau ini. Nah dimana saja rute sembahyang di Pulau Menjangan? Yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Pura Pingit Klenting Sari

Nah persembahyangan pertama di pulau Menjangan dimulai di Pura Pingit Klenting Sari. Dari tempat bersandar berjarak sekitar 300 meter. Namun sebelum itu, sekitar 100 meter dari tempat bersadar akan ada pelinggih pertama yang semeton bisa haturkan canang saja. Kemudian menuju Pura Klenting Sari, disana akan ada beberapa pelinggih. Nah disini persembahyangan akan dipandu oleh seorang pemangku yang sudah bersiaga di pura tersebut. 

Pura Kebo Iwa: Ida Betara Lingsir Brahma Ireng 

Nah persembahyangan kedua hanya berjarak 100 meter dari Pura Pingit Klenting Sari. Disini persembahyangan juga dipimpin oleh pemangku yang mana ditujukan kepada Ida Betara Lingsir Brahma Ireng atau Kebo Iwa. Area persembahyangan di beberapa pura disini memang cukup khas seperti kebanyakan pura di Bali Barat yaitu secara sederhana kita sebut indoor. Jadi sangat nyaman dan damai. 

Pura Dewi Kwan Im 

Berikutnya pada persembahyangan ketiga juga sangat dekat hanya bersebelahan yaitu Pura Dewi Kwan Im. Disini semeton akan berdoa secara Budha bukan Hindu. Jadi tata cara persembahyangan sedikit berbeda dari biasanya. Nah disini bila semeton ada kesempatan sembahyang ke Pulau Menjangan bisa membawa bunga wangi (sedap malam, melati, tunjung, dan sebagainya) untuk dipersembahkan di pelinggih ini. Salah satu yang menarik dan berbeda, disini setelah mendapat tirta, semeton akan mendapatkan tanda bercak hijau sebagai pengganti bija. 

Pura Wisnu Murti

Nah berikutnya adalah persembahyangan yang ke empat. Di persembahyangan yang ke empat juga terletak sangat berdekatan setelah Pelinggih Dewi Kwan Im. Disini semeton juga akan dipandu oleh pemangku yang mana persembahyangan ditujukan kepada Ida Betara Lingsir Wisnu Murti. Setelah persembahyangan semeton akan mendapatkan gelang berwana merah dan putih di pura yang satu ini. 

Pura Siwa Prajapati

Nah setelah di Pura Wisnu Murti, semeton akan melanjutkan ke Pura Siwa Prajapati. Disini suasananya sangat sejuk meski matahari di Pulau Menjangan sangat menyengat. Keberadaan pohon camplung yang besar membuat suasana pura ini sangat tenang, sejuk dan damai. 

Pura Airlangga dan Dalem Waturenggong

Nah pada titik persembahyangan ke enam dan masih bersebelahan, semeton akan memuja Ida Betara Dalem Waturenggong dan Air Langga atau Wisnu Kencana. Nah sama seperti saat semabahyang di pura Kebo Iwa, semeton setelah mendapatkan tirta akan diberikan gelang tiga warna yaitu merah, kuning, dan hijau. 

Pura Ganesha 

Selanjutnya, salah satu pura yang paling khas dan menjadi ciri utama umat Hindu berwisata spiritual di Pulau Menjangan adalah Pura Ganesha. Di pura ini kita akan memuja Dewa Ganesha, uniknya pelinggihnya menghadap ke laut dan kita memujanya dari belakang bagian pelinggih. Setelah persembahyangan selesai, kita kemudian bergantian melakukan proses sungkem melalui bagian depan pelinggih. 

Pura Dewi Parwati

Nah setelah memuja Dewa Ganesha, persembahyangan dilanjutkan dengan memuja pelinggih Dewi Parwati yang juga tidak jauh dari lokasi Pelinggih Ganesha. Disini juga menarik, sebagai pengganti bija kita mendapatkan bercak warna merah di bagian dahi. 

Pura Kanjeng Ratu

Pada titik persembahyangan ke Sembilan, kita memuja Kanjeng Ratu. Sama dengan saat semabahyang di Pelinggih Kwan Im, bila semeton membawa bunga wangi bisa dihaturkan di pelinggih ini. 

Pura Segara

Nah terakhir, kita akan sembahyang tanpa dipandu pemangku alias sembahyang mandiri di pelinggih ke sepuluh yaitu Pelinggih Linggam Bhuana Segara Bumi. Nah disini kita dihadapkan dengan Lingga Yoni besar berwana hitam dengan corak emas. Pelinggih ini sekaligus sebagai tanda akhir dari perjalanan wisata spiritual atau sembahyang di Pulau Menjangan. 

Tips Sembahyang di Pulau Menjangan 

Nah buat semeton yang ingin ber-tirta yatra atau wisata spiritual ke Pulau Menjangan pastikan persiapkan dengan baik ya. Pertama tentukan tanggal yang tepat, kalau bisa saat rainan purnama tilem atau kajeng kliwon. Setelah itu tentukan media transportasi, bila kalian berkelompok pastikan sewa mobil yang nyaman untuk perjalanan ke Bali Barat yang sangat jauh. Setelah itu, pastikan booking boat yang akan kalian pakai menyebrang menuju Pulau Menjangan. Harga boat saat ini ada di kisaran 585.000 rupiah per boat dengan kapasitas 10 orang. 

Nah untuk sarana persembahyangan, semeton bisa berhitung sendiri ya. Bilamana mau membawa banten pejati atau canang sari. Alangkah baiknya bila pertama kali membawa banten pejati sesuai jumlah pura yang akan semeton kunjungi. 

Bila ada rejeki lebih, semeton bisa membawa sayur atau buah untuk dibagikan ke rusa atau menjangan yang sudah menanti kedatangan semeton disana. 

pulau-menjangan

Snorkeling & Diving di Pulau Menjangan

Nah kalau semeton juga ingin menjelajahi bawah laut kawasan Pulau Menjangan bisa banget nih ton. Kalian bisa menyewa pemandu di dive spot terdekat di kawasan ini, biasanya banyak di kawasan Pemuteran. Kenapa mesti ngajak pemandu? Kawasan ini cukup beresiko, untuk amannya kalian dipandu untuk melihat keindahan bawah laut di Pulau Menjangan. Safety first, inget itu ya ton, barulah fotoan selanjutnya. 

Nah sekian dulu ulasan kali ini tentang sembahyang ke Pulau Menjangan. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Jangan lewatkan ulasan atau artikel menarik lainnya seputar hiburan dan liburan di Bali hanya di www.jalanmelali.com

Filed Under: Place to Go, Trend-Culture Tagged With: pulau menjangan, pura di pulau menjangan, sembahyang di pulau menjangan

Primary Sidebar

Where to Eat!

terra verte Ubud

Terra Verte: Pengalaman Bersantap Mediterania yang Tenang dan Berkelas di Ubud

kuliner malam Bali

Kuliner Malam Bali: Nasi Men Lotri hingga Warung Laota Tuban

6 Makanan Khas Bali yang Halal dan Wajib Kamu Coba

babi guling di denpasar

8 Tempat Makan Babi Guling di Denpasar yang Wajib Kamu Coba!

A Day in Uluwatu: Berjemur di Pantai Padang-Padang & Brunch di Banyoo, Pecatu

coffee shop di Kintamani

Montana Del Cafe: Pioneer Coffee Shop Estetik di Kawasan Gunung Batur Kintamani Bangli

Footer

Seedbacklink

jalanmelali.com

East or West, Bali is the Best!

  • Facebook
  • Instagram

Copyright © 2025 Jalan Melali - All Rights Reserved

Share

Blogger
Bluesky
Delicious
Digg
Email
Facebook
Facebook messenger
Flipboard
Google
Hacker News
Line
LinkedIn
Mastodon
Mix
Odnoklassniki
PDF
Pinterest
Pocket
Print
Reddit
Renren
Short link
SMS
Skype
Telegram
Tumblr
Twitter
VKontakte
wechat
Weibo
WhatsApp
X
Xing
Yahoo! Mail

Copy short link

Copy link