• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer

jalanmelali

Sharing Local Experience

  • Home
  • NEWS
  • PLACE TO GO
  • TREND-CULTURE
  • COMMUNITY
  • CULINARY
  • SHOWBIZZ
  • ABOUT
    • SITEMAP
    • CONTACT
    • PRIVACY POLICY

Desa Songan, Bali: Potensi Alam Lengkap di Kaki Gunung Batur

January 11, 2026 by jalanmelali Leave a Comment

Desa Songan Bali menawarkan wisata alam lengkap: Danau Batur, trekking Gunung Batur, pertanian bawang merah, dan air panas alami. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

Bali tidak hanya soal pantai dan beach club. Di kawasan pegunungan Kintamani, Bangli, ada satu desa yang menyimpan potensi alam luar biasa sekaligus kehidupan lokal yang masih kuat namanya Desa Songan. Terletak di lereng Gunung Batur dan dipinggir Danau Batur, Songan menawarkan pengalaman wisata yang lebih autentik, udara sejuk, lanskap alam dramatis, dan aktivitas masyarakat yang menyatu dengan alam.

Desa ini dikenal sebagai produsen bawang merah terbesar di Bali, memiliki peternakan mujair di Danau Batur, menjadi salah satu akses trekking Gunung Batur dan perbukitan sekitarnya, serta mempunyai sumber air panas alami. Kombinasi ini membuat Songan bukan sekadar desa persinggahan, melainkan destinasi yang “berisi” untuk semeton eksplorasi.

desa Songan bali
Instagram/ @harisdrw_

1. Sentra Bawang Merah Terbesar di Desa Songan Bali

Salah satu identitas kuat Desa Songan adalah sektor pertaniannya. Desa ini dikenal luas sebagai penghasil bawang merah terbesar di Bali, terutama dari kawasan dataran tinggi yang subur dan bersuhu sejuk. Hamparan kebun bawang merah menjadi pemandangan khas saat memasuki wilayah desa, dengan barisan tanaman rapi berlatar perbukitan Kintamani.

Kondisi tanah vulkanik Gunung Batur sangat mendukung pertumbuhan bawang merah berkualitas. Umbinya padat, aromanya kuat, dan menjadi pasokan penting bagi pasar-pasar tradisional di Bali. Bagi wisatawan, lanskap pertanian ini menghadirkan sisi Bali yang jarang terekspos, tenang, produktif, dan penuh nilai budaya.

Traveler bisa menikmati jalan pagi menyusuri area pertanian, mengamati aktivitas petani dari kejauhan, atau sekadar menikmati suasana pedesaan yang masih alami. Datang saat musim panen memberi pengalaman visual menarik, terutama saat bawang merah dijemur di halaman rumah warga. Gimana semeton? Tertarik?

2. Peternakan Mujair di Danau Batur

Nah selain bawang merah, kedekatan Desa Songan dengan Danau Batur menjadikan sektor perikanan air tawar berkembang pesat. Salah satu hasil utamanya adalah ikan mujair, yang dibudidayakan melalui sistem keramba di perairan danau.

Di pagi hari, pengunjung bisa melihat aktivitas warga yang memeriksa keramba, memberi pakan, atau memanen ikan. Mujair dari Danau Batur terkenal segar dan menjadi menu favorit di warung-warung dan restoran di Kintamani. Mujair Nyat-Nyat khas Kintamani. Makanan khas Kintamani ini tidak ada bandingannya, bagi pecinta ikan air tawar tentu semeton tidak boleh melewatkan masakan khas yang satu ini. 

3. Trekking Gunung Batur dari Kawasan Desa Songan

Bagi pecinta aktivitas luar ruang, Desa Songan punya posisi strategis sebagai titik awal atau area penunjang trekking Gunung Batur. Jalur trekking sunrise menjadi favorit, namun Songan juga menawarkan alternatif trekking ringan di perbukitan sekitar dengan panorama Danau Batur yang luas. Salah satunya adalah Bukit Batu Madeg. Salah satu kawasan perbukitan di atas Desa Songan yang memiliki pemandangan Gunung Batur yang begitu megah. 

Trekking dari beberapa jalur di kawasan desa ini menghadirkan pengalaman alam yang lebih tenang. Kabut tipis, udara dingin, dan lanskap vulkanik menciptakan suasana dramatis, terutama saat matahari terbit. Tidak harus selalu ke puncak, jalur perbukitan pun sudah cukup memuaskan untuk menikmati keindahan Kintamani dari sudut berbeda.

Bagi pemula, trekking dengan pemandu lokal sangat disarankan. Selain lebih aman, kamu juga bisa mendapatkan cerita tentang sejarah Gunung Batur dan kehidupan masyarakat Songan. Ada begitu banyak anak muda Songan yang menjadi pemandu trekking di kawasan desa ini. 

4. Sumber Air Panas Alami Desa Songan

Keunggulan lain Desa Songan adalah keberadaan sumber air panas alami yang berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Batur. Air panas ini dimanfaatkan warga sebagai tempat berendam tradisional dan menjadi potensi wisata relaksasi yang masih relatif tenang.

Di kawasan Gunung Batur, baik itu Desa Batur dan Desa Songan memiliki sumber air panas alami. Jadi rumah-rumah warga pun pada beberapa area memiliki sumur air panas. Beberapa titik masih sangat alami dan sederhana, sehingga pengunjung bisa merasakan suasana yang lebih privat dan lokal. Bila semeton mau mencari permandian, dari yang mewah sampai yang sederhana semuanya ada disini. Bahkan kalian cuma butuh membayar permandian air panas mulai dengan 5 ribu rupiah. 

Berendam di air panas Songan terasa istimewa karena dilakukan di udara dingin khas Kintamani. Sensasi hangat membantu merilekskan tubuh setelah trekking atau perjalanan panjang. Warga setempat percaya air panas ini bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi pegal otot. 

Saat berkunjung, wisatawan diharapkan menjaga etika, berpakaian sopan, dan tidak menggunakan bahan kimia (sabun) agar kelestarian sumber air tetap terjaga. Ada area khusus yang disediakan untuk menggunakan sabun jadi semeton gak usah khawatir ya. 

Akses dan Waktu Terbaik Berkunjung

Desa Songan dapat diakses dari Denpasar atau Ubud menuju Kintamani dengan kendaraan pribadi atau sewaan baik itu roda dua maupun roda empat. Jalur berkelok dan menanjak menjadi ciri khas perjalanan ke kawasan ini, namun pemandangan sepanjang jalan sangat memanjakan mata. Maka dari itu semeton yang baru pertama kali kesini harus benar-benar berhati-hati apalagi buat yang berencana membawa kendaraan roda empat. 

Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari untuk udara segar dan visibilitas terbaik, atau musim kemarau bagi yang ingin trekking dan menjelajah alam dengan lebih nyaman.

Desa Songan, Bali yang Autentik dan Berkelanjutan

Desa Songan menawarkan suguhan wisata alam dan budaya: pertanian bawang merah, perikanan mujair, jalur trekking Gunung Batur, hingga sumber air panas alami. Semua ini hidup berdampingan dengan aktivitas masyarakat lokal yang masih menjaga keseimbangan alam.

Bagi semeton yang ingin mengenal Bali lebih dalam, Songan adalah destinasi ideal, tenang, autentik, dan penuh cerita. Bukan sekadar tempat singgah, Desa Songan adalah contoh nyata bahwa Bali pegunungan punya pesona yang tak kalah luar biasa.

Sekian ulasan kali ini. Jangan lewatkan ulasan menarik lainnya tentang hiburan dan liburan di Bali lainnya hanya di www.jalanmelali.com

Filed Under: Community Tagged With: desa songan

Primary Sidebar

Where to Eat!

terra verte Ubud

Terra Verte: Pengalaman Bersantap Mediterania yang Tenang dan Berkelas di Ubud

kuliner malam Bali

Kuliner Malam Bali: Nasi Men Lotri hingga Warung Laota Tuban

6 Makanan Khas Bali yang Halal dan Wajib Kamu Coba

babi guling di denpasar

8 Tempat Makan Babi Guling di Denpasar yang Wajib Kamu Coba!

A Day in Uluwatu: Berjemur di Pantai Padang-Padang & Brunch di Banyoo, Pecatu

coffee shop di Kintamani

Montana Del Cafe: Pioneer Coffee Shop Estetik di Kawasan Gunung Batur Kintamani Bangli

Footer

Seedbacklink

jalanmelali.com

East or West, Bali is the Best!

  • Facebook
  • Instagram

Copyright © 2025 Jalan Melali - All Rights Reserved

Share

Blogger
Bluesky
Delicious
Digg
Email
Facebook
Facebook messenger
Flipboard
Google
Hacker News
Line
LinkedIn
Mastodon
Mix
Odnoklassniki
PDF
Pinterest
Pocket
Print
Reddit
Renren
Short link
SMS
Skype
Telegram
Tumblr
Twitter
VKontakte
wechat
Weibo
WhatsApp
X
Xing
Yahoo! Mail

Copy short link

Copy link